“Dialah Allah yang memberi rupa kamu dengan sebaik-baik rupa.”
(QS. At-Tughaaban: 3)
Lant, asjika Allah telah menciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, mengapa masih
perlu memaknai cantik ?
Karena.. cantik adalah satu kata yang merangkum wujud indah ciptaan-Nya dalam makna yang paling substansi. Cantik tidak hanya sekedar menjadi standar untuk menilai penampilan fisik, namun dalam perkembangannya cantik telah berkembang menjadi sebuah goal, priority, bahkan obsession yang dialami sebagian besar kaum wanita.
Secara sederhana, konsep cantik yang paling mudah ditemui di dalam pembicaraan masyarakat awam masih berkutat seputar kulit putih, mulus, memiliki rambut lurus, wajah yang menarik, dan tubuh yang langsing. Konsep yang sesungguhnya merupakan hasil bentukan media massa dengan dunia periklanan sebagai fasilitator utamanya. Cantik dalam Islam, bermakna cantik luar-dalam, cantik rupa dan budi, cantik hati dan jiwa.
Dalam terminologi Al-Qur’an Karim, refleksi kecantikan yang sempurna ada pada penciptaan bidadari surga. Mereka disifati sebagai makhluk cantik yang tidak liar pandangannya, seumpama telur burung unta yang tersimpan baik (QS. As-Shaaffaat: 48-49), seumpama gadis-gadis perawan yang penuh cinta, belia, sopan, menundukkan pandangan, dan belum pernah disentuh siapapun (QS. Ar-Rahman: 56).





0 komentar:
Posting Komentar